Knowledge, Music and Study Like a Link & Match For Me

Sunday, February 21, 2010

GREEN, GREEN GRASS OF HOME

Tidak selamanya lagu lawas itu buruk, saya secara pribadi punyak track-track lawas yang selalu saya dengarkan disetiap kesempatan. Kali ini saya akan mencoba untuk memberikan sedikit gambaran salah satu lagu yang pernah popular pada tahun 60-an. Di tengah maraknya lagu-lagu western yang bernuansa R & B, electropop, dan pop dance, lagu ini masih tetap indah dan penuh makna buat saya. Memutar lagu lawas ini seolah-olah memutar sebuah video rekaman akan momen-momen yang pernah terjadi di masa lalu, tentang apa yang saya lakukan, suasana hati apakah senang atau marah, semuanya itu seperti terekam dalam sebuah lagu (maklumlah saya tidak punya kamera soalnya). Berikut ini adalah satu track yang menurut saya tidak pernah ada matinya dan siapa tahu aja anda yang sempat mampir membaca blog ini punya cerita untuk dibagi.



GREEN, GREEN GRASS OF HOME

Lagu ini diciptakan oleh Claude Putman Jr. dan pertama kali dipopulerkan oleh Porter Wagoner pada tahun 1964 dan diikuti Bobby Bare pada tahun 1965. Kedua versi ini bernuansa country. Meskipun Sir Tom Jones bukan orang pertama kali yang menyanyikan lagu ini, akan tetapi versi Tom Jones adalah versi yang paling popular. Tom Jones merekam lagu ini dalam versi pop pada tahun 1966 dan berhasil menduduki tangga jawara selama tujuh minggu di UK Single Chart dan peak di posisi #11 untuk lagu pop dan posisi #12 sebagai lagu easy listening di Billboar US Charts. Oia, lagu ini juga pernah dinyanyikan oleh Jerry Lee Lewis yang juga bernuansa country pada tahun 1965. Sekedar untuk diketahui Tom Jones adalah seorang penyanyi yang berasal dari Pontypridd, Wales, United Kingdom.



Kenapa lagu ini bisa menjadi favorit saya? Karena lagu ini benar-benar meaningful. Mari kita melihat overview lagu ini dan berharap jangan meneteskan air mata apalagi air liur, he..he… :



Seorang pemuda kembali ke rumah masa kecilnya, kampung halamannya tidak ada yang berubah, masih seperti dulu ketika terakhir kali ia melihatnya. Ketika ia melangkahkan kaki turun dari kereta, orang tua si pemuda itu menyambutnya dan kekasihnya Mary, datang berlari menghampirinya. Semua orang menyambut kedatangan sang pemuda dengan damai dan dengan "lengan terbuka lebar diiringi senyuman manis." Ia kemudian berjalan bersama Mary di antara tempat-tempat yang masih dia ingat pada saat masih kecil dulu, termasuk "di bawah keteduhan pohon jati tua.". "betapa indahnya menyentuh rumput hijau di halaman rumah." Kemudian musik dan kata-kata dalam lagu penuh dengan bayangan masa lalu, sangat sugestif dengan perkabungan.



Tiba-tiba saja, pemuda dalam lagu ini bercerita tentang apa yang akan terjadi di dalam penjara : "Tiba-tiba aku terbangun dan memandang sekelilingku Empat dinding abu-abu mengelilingiku dan akupun menyadari bahwa aku hanya bermimpi." Tentu saja sang pemuda dalam lagu ini berada pada garis kematian. Ketika lirik dalam lagu ini dilanjutkan, kita bisa melihat bahwa permuda tersebut sedang terbangun pada hari eksekusi yang sudah dijadwalkan ("Karena ada seorang penjaga dan paderi tua yang sedih, dengan bergandeng tangan kami akan berjalan pada dini hari"), dan ia akan kembali ke rumah hanya untuk dikuburkan : "Ya, mereka semua akan datang menyambutku di bawah keteduhan pohon jati tua ketika mereka membaringkan aku di bawah rumput-rumput hijau di kampung halamanku."



Mmn… menyedihkan juga ya…! Mendengarkan green green grass of home membuat Saya ingin mencoba mencari apa arti yang tersirat dalam lagu ini. Saya hanya ingin belajar dari pengalaman orang lain, karena sepertinya sang pencipta lagu ini mengutip pengalaman seseorang yang bisa dijadikan sebuah pembelajaran dalam hidup. Selain itu, saya juga melihat kalau pemuda dalam lagu ini sepertinya telah menemukan kebijaksanaan Tuhan setelah merenungkan dalam hati apa yang telah terjadi pada dirinya. Ya, semacam ada penerimaan terhadap masa lalunya atau bersahabat dengan masa lalunya yang kelihatan suram (?). Dan semua itu harus berakhir dengan cara yang sangat tidak ia diharapkan ketika semuanya mulai terlihat lebih baik (?).



Lirik untuk lagu ini : Tom Jones – Green, Green Grass Of Home



The old home town looks the same as I step down from the train,

and there to meet me is my Mama and Papa.

Down the road I look and there runs Mary hair of gold and lips like cherries.

It's good to touch the green, green grass of home.



Yes, they'll all come to meet me, arms reaching, smiling sweetly.

It's good to touch the green, green grass of home.

The old house is still standing tho' the paint is cracked and dry,

and there's that old oak tree I used to play on.

Down the lane I walk with my sweet Mary, hair of gold and lips like cherries.

It's good to touch the green, green grass of home.



Yes, they'll all come to meet me, arms reaching, smiling sweetly.

It's good to touch the green, green grass of home.



[spoken:]



Then I awake and look around me, at four grey wall surround me

and I realize that I was only dreaming.

For there's a guard and there's a sad old padre -

arm in arm we'll walk at daybreak.

Again I touch the green, green grass of home.



Yes, they'll all come to see me in the shade of that old oak tree

as they lay me ‘neath the green, green grass of home.



Terjemahan :

Tom Jones - Green, green grass of home

Kota kelahiranku masih terlihat sama

Ketika aku melangkah turun dari keretaku

Di sana papa dan mama menyambutku

Aku memandang jauh dan

di sana kulihat Mary berlari

Rambutnya pirang keemasan, bibirnya semerah buah cherry

betapa indahnya menyendtuh rumput hijau di halaman



Ya, mereka semua datang menyambutku

Lengan-lengan terbuka lebar menyambutku, diiringi senyuman manis

betapa indah menyentuh rumput-rumput hijau tanah kelahiranku

Rumah tua itu masih berdiri tegap

Walau di sana sini catnya sudah mulai retak

Sepanjang jalan aku berjalan bersama Mary

Rambutnya pirang keemasan, bibirnya semerah buah cherry

Betapa indahnya menyentuh rumput hijau kampung halaman



Tiba-tiba aku terbangun dan memandang sekelilingku

Empat dinding abu-abu mengelilingiku

Dan akupun menyadari bahwa aku hanya bermimpi

Karena ada seorang penjaga dan paderi tua yang sedih

Dengan bergandeng tangan kami akan berjalan pada dini hari

Kembali aku akan menyentuh padang rumput kampung halamanku



Ya, mereka semua akan datang menyambutku

Di Bawah keteduhan pohon Jati tua

Ketika mereka membaringkan aku

di bawah rumput-rumput hijau di kampung halamanku